• June 4, 2023

Inilah Pandemi Masa Depan yang Mungkin Terjadi!

Sahabat Sehat, pandemi Covid-19 menimbulkan trauma mendalam karena menyebabkan hilangnya banyak nyawa, guncangan ekonomi, masyarakat terisolasi, hingga penurunan tingkat kesejahteraan masyarakat global. Faktanya, kondisi pandemi serupa masih berisiko terulang lagi, loh. Ada berbagai penyebab pandemi dan kemungkinan virus yang menyebabkan pandemi masa depan. Kira-kira apa saja? Yuk, simak penjelasannya di sini!

Jenis pandemi masa depan

World Health Organization (WHO) telah memprediksi berbagai penyakit yang berisiko menyebabkan pandemi masa depan, termasuk Covid-19 yang telah diprediksi sejak tahun 2018. Beberapa risiko pandemi lainnya yaitu:

Free Person Cleaning the Living Room Stock Photo
Sumber: Pexels.com

Crimean-Cong hemorrhagic fever

Kondisi ini mampu menyebabkan kerusakan organ dan pendarahan hebat. Virus ini dibawa oleh kutu atau hewan ternak dengan risiko kematian manusia sebesar 10-40%.

Virus Ebola dan Marburg

Virus ebola dan Marburg menyebabkan risiko kematian cukup besar hingga 50%. Virus ini mampu menyebar dengan cepat serta menyebabkan kerusakan organ dan pendarahan.

Lassa fever

Infeksi virus Lassa mampu menyebabkan kematian janin di fase trimester tiga. Bisa juga menyebabkan kondisi tuli permanen pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi virus ini.

Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Sahabat Sehat mngkin sudah pernah mendengar tentang virus yang satu ini. Penularannya bisa menyebar melalui hewan unta dengan risiko kematian 35%. Virus ini menyerang saluran pernapasan sehingga mudah menyebar melalui bersin dan batuk.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)

Wabah ini pernah menjadi pandemi pada tahun 2003 yang mengakibatkan 700 jiwa meninggal dan berisiko terulang lagi. Virus ini menyebar melalui musang, kelelawar dan hewan liar lainnya.

Virus Nipah

Infeksi virus Nipah mampu menyebabkan pembengkakan otak yang disebarkan oleh kelelawar, babi, kuda, dan anjing. Risiko kematian manusia sebesar 40%-75%.

Rift Valley Fever

Virus ini mampu menyebabkan luka mata, ensefalitis, kerusakan sistem organ dan jantung, serta pendarahan hebat. Penyebarannya dilakukan oleh nyamuk, sapi, domba, kambing, kerbau, unta.

Virus Zika

Terivekasi virus ini saat keadan hamil dapat memungkinakan terjadinya kelainan otak pada janin (mikrosefali), keguguran, bayi lahir meninggal, bayi lahir cacat. Sayangnya, sampai saat ini vaksin belum tersedia.

Seluruh risiko pandemi tersebut merupakan hasil riset lebih dari 300 ahli atau peneliti. Riset seperti ini penting untuk dilakukan, sebab mampu meningkatkan sistem preventif global. Contohnya yaitu pengembangan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif yang dilakukan dalam waktu waktu relatif singkat sehingga mampu menghindarkan masyarakat dunia dari ancaman kematian lebih banyak.

Kapan pandemi terjadi lagi?

Free Woman in Face Mask Shopping in Supermarket Stock Photo
Sumber: Pexels.com

Menurut National Academy of Sciences, pandemi mirip Covid-19 akan berulang di masa depan dengan persentase kemungkinannya sebesar 2% setiap tahun. Artinya, manusia yang lahir tahun 2000 memiliki peluang mengalami pandemi sebesar 38% dalam hidupnya. Perhitungan statistika yang dilakukan bukan dengan tujuan meningkatkan kecemasan masyarakat, namun justru menyadarkan masyarakat agar mempersiapkan kemungkinan buruk. Bentuk persiapan tersebut bisa berupa akses kesehatan, kecukupan finansial, serta peningkatan imunitas.

Penelitian yang sama juga menyebutkan bahwa pandemi masa depan mirip Covid-19 mungkin akan terjadi dalam 59 tahun. Hal ini bukan berarti masyarakat lolos dari pandemi dalam rentang waktu 59 tahun ke depan, namun pandemi mungkin akan terjadi di tahun mana pun selama rentang waktu tersebut. Pandemi akan lebih cepat terjadi karena beberapa faktor, seperti pertumbuhan penduduk, perubahan sistem pangan, kerusakan lingkungan, seringnya kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi penyakit.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

World Economic Forum. 2021. How Frequent Are Pandemics Like The Covid-19 Outbreak? weforum.org. Diakses 20 Mei 2023.

PNAS. 2021. Intensity and Frequency of extreme Novel Epidemics. pnas.org. Diakses tanggal 21 Mei 2021.

WHO. 2022. WHO to Identify Pathigens that Could Cause Future Outbreaks and Pandemics. who.int. Diakses tanggal 21 Mei 2021.

NPR. 2023. These 9 Viruses Have Pandemic Potential, Says WHO. npr.org. Diakses tanggal 21 Mei 2021.

About the Author

Mega Kurniawati

Nutritionist, Health Writer and Editor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *